JODOH – Musyawarah Daerah (Musda) VII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Batam menetapkan Amsakar Achmad sebagai Ketua Umum Majelis Daerah (MD) KAHMI Batam periode 2026-2031. Amsakar terpilih secara aklamasi dalam Musda yang digelar di Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Sabtu (19/9/2026).
Alumni HMI yang juga pengusaha muda Batam, Arif Agus Setiawan mengapresiasi proses Musda VII KAHMI Batam hingga menghasilkan keputusan bersama dengan memilih kembali Amsakar Achmad.
“Saya mengucapkan selamat kepada Kanda Amsakar Achmad atas amanahnya sebagai Ketua Umum MD KAHMI Batam periode kedua,” ujar Arif, Minggu (20/9/2026).
Proses pemilihan Ketua Umum MD KAHMI Batam berlangsung melalui dinamika musyawarah. Sejumlah calon yang sebelumnya berniat maju dalam pemilihan akhirnya menyatakan mengundurkan diri dan mengalihkan dukungannya kepada Amsakar Achmad.
Dukungan tersebut menambah semangat kebersamaan para alumni HMI Batam lainnya yang sejak awal komitmen dan konsisten untuk mengantarkan Amsakar Achamd memimpin KAHMI Batam selama periode lima tahun mendatang. Amsakar sendiri saat ini menjabat sebagai Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Musda VII KAHMI Batam dibuka oleh Presidium Majelis Nasional KAHMI yang juga Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemotongan tumpeng dalam rangka memperingati Milad ke-60 KAHMI serta dialog publik mengenai penguatan peran KAHMI dalam mendorong daya saing Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Musda diikuti Dewan Penasihat, Dewan Pakar, pengurus MD KAHMI dan Forhati Batam, anggota KAHMI yang terdaftar pada Majelis Daerah, serta para peninjau. Sejumlah tokoh alumni HMI turut hadir, di antaranya Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Anggota DPRD Provinsi Kepri dari PKB Aman, S.Pd, MM, serta Direktur Perencanaan dan Pengembangan Investasi BP Batam Irfan Syakir.
Arif Agus menilai pelaksanaan Musda VII KAHMI Batam berlangsung relatif tertib dan dalam suasana penuh kebersamaan. Menurutnya, dinamika yang muncul selama proses musyawarah merupakan hal yang wajar dalam sebuah forum organisasi. Perbedaan pandangan, kata dia, dapat menjadi bagian dari proses pertukaran dan perdebatan gagasan.
“Kalaupun ada dinamika, itu hal yang biasa sebagai budaya musyawarah dan cerminan perdebatan gagasan,” ujarnya.
Setelah Musda selesai, Arif mengajak seluruh alumni HMI di Batam untuk tetap menjaga silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan antarsesama alumni maupun kader HMI. Keberadaan para alumni HMI yang kini bergerak di berbagai bidang pengabdian memiliki energi dan potensi yang dapat disinergikan melalui KAHMI Batam.
Menurut Arif, sinergi tersebut dapat memperkuat kontribusi KAHMI dalam pembangunan daerah dan upaya mendorong kesejahteraan masyarakat. Ia juga berharap para alumni HMI Batam ke depan tetap solid serta terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga alumni HMI Batam ke depan tetap solid dan terus memberikan manfaat nyata serta semakin dirasakan kehadirannya oleh masyarakat,” katanya. (*)
