Dukungan terhadap Amsakar Achmad untuk kembali memimpin Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Batam periode 2026–2031 terus menguat. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) KAHMI Batam yang akan digelar September ini, sejumlah alumni HMI mulai menyatakan sikap dan mendorong agar kepemimpinan Amsakar dilanjutkan untuk periode kedua.

Kali ini, dukungan datang dari Pengusaha Muda KAHMI yang juga Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kepri, Arif Agus Setiawan.

Arif menyatakan dukungan penuh terhadap Amsakar. Menurutnya, selama memimpin KAHMI Batam, Amsakar menunjukkan komitmen kuat dalam merawat persaudaraan sesama alumni HMI sekaligus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan proses perkaderan HMI.

“Kapasitas Kanda Amsakar dalam memimpin KAHMI Batam selama ini tak perlu diragukan. Beliau terbukti mampu menjaga soliditas internal sekaligus mendukung keberlangsungan perkaderan adik-adik HMI,” ujar Arif, Sabtu (5/9/2026).

Bagi Arif, KAHMI Batam masih membutuhkan figur Amsakar yang dinilai mampu menghubungkan peran alumni HMI dengan kepentingan masyarakat. Menurutnya, posisi Amsakar sebagai Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam tidak semestinya dipertentangkan dengan kapasitasnya sebagai alumni dan kader umat di lingkungan KAHMI.

Justru, kata Arif, posisi strategis tersebut dapat menjadi ruang bagi KAHMI untuk menjalankan fungsi moral dan intelektualnya dalam mengawal pembangunan daerah.

“KAHMI bukan organisasi yang hanya berbicara tentang kepentingan internal. Sebagai organisasi yang memiliki tujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur, KAHMI memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendukung penyelenggaraan pemerintahan melalui masukan, gagasan, sekaligus kritik yang konstruktif,” katanya.

Arif menilai alumni HMI memiliki kapasitas sumber daya manusia yang cukup besar untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan Batam. Karena itu, KAHMI Batam ke depan tidak cukup hanya menjadi ruang silaturahmi alumni, tetapi harus mampu mengambil peran lebih strategis dalam menjawab persoalan masyarakat.

“Berbagai program strategis pemerintah daerah harus kita kawal bersama agar pelaksanaannya akuntabel, tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat nyata untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh alumni HMI di Batam untuk bersatu dan membangun kolaborasi, baik dalam menjaga soliditas internal KAHMI maupun dalam mendukung program pembangunan daerah yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah keterlibatan KAHMI dalam membantu pemerintah menangani persoalan sampah melalui gerakan “Ubah Sampah Menjadi Rupiah.”

Menurut Arif, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan berbagai elemen lainnya.

“Perlu kolaborasi berbagai pihak agar pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai agenda kebersihan lingkungan semata. KAHMI Batam bisa terlibat dalam kolaborasi ini untuk ikut memberikan solusi terhadap persoalan sampah secara berkelanjutan,” katanya.

Amsakar sebelumnya terpilih sebagai Ketua Umum MD KAHMI Batam periode 2021–2026 melalui Musda VI KAHMI Batam yang digelar di Hotel PIH Batam Center pada 28 Agustus 2021. Saat terpilih, Amsakar berkomitmen menjaga keberlangsungan perkaderan HMI serta mendorong KAHMI agar semakin memberikan kemaslahatan bagi umat dan masyarakat.

Kini, lima tahun berselang, Musda kembali menjadi arena penting untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan. Bagi Arif, keberhasilan selama satu periode dinilai menjadi modal penting bagi Amsakar untuk melanjutkan kepemimpinan.

“Kesinambungan organisasi diperlukan agar berbagai program dan konsolidasi yang telah dibangun tidak kembali dimulai dari awal. Kita ingin KAHMI Batam semakin solid, semakin bermanfaat, dan semakin kuat kontribusinya bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *