Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat. Sepanjang 2025, Pemprov Kepri telah merenovasi 9 rumah di Kota Batam dengan total anggaran mencapai Rp400 juta.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kepri, Said Nursyahdu, menyebutkan renovasi dilakukan di wilayah Kelurahan Temoyong, Kecamatan Bulang.
Menurut Said Nursyahdu, bantuan renovasi diberikan secara bertahap sesuai kondisi rumah. Besaran bantuan minimal Rp20 juta dan maksimal Rp50 juta per unit.
“Program ini untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat,” ujarnya.
Prabowo Canangkan Program “Gentengisasi”
Di tingkat nasional, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan program renovasi rumah dengan pendekatan baru, yakni gentengisasi.
Setiap rumah akan mendapatkan total bantuan Rp20 juta, dengan Rp4–5 juta khusus untuk penggantian atap atau gentengisasi.
Program gentengisasi bertujuan mengganti atap seng yang dinilai mudah berkarat, kurang sehat bagi penghuni, dan tidak estetis.
“Kita ingin hilangkan penggunaan seng yang berkarat,” tegas Prabowo Subianto.
Dukung Lingkungan dan Pariwisata
Program ini juga diharapkan berdampak luas, tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga keindahan lingkungan.
Menurut Prabowo, perbaikan rumah akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung sektor pariwisata.
“Kita ingin Indonesia jadi lebih indah dan nyaman,” ujarnya. ***
Baca juga: Jasa Desain Interior Rumah Batam Hadirkan Konsep Modern hingga Ruang Konten untuk Gen Z
