Penjualan rumah di Kota Batam masih terpantau stabil meski di tengah kekhawatiran dampak konflik Iran terhadap perekonomian global.
Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam menyebut, tren penjualan properti dalam tiga bulan terakhir belum mengalami perubahan signifikan.
Ketua DPD REI Khusus Batam, Robinson Tan, mengatakan bahwa hingga saat ini belum terlihat fluktuasi berarti dalam penjualan rumah.
“Dalam tiga bulan terakhir ini masih stabil. Kita belum melihat tanda-tanda penurunan, tapi juga belum ada peningkatan. Masih di posisi yang sama,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, dampak konflik global seperti perang Iran maupun kenaikan harga minyak belum sepenuhnya memengaruhi sektor properti di Batam.
Dampak Global Belum Terasa
Robinson menjelaskan, pengaruh konflik internasional terhadap pasar properti biasanya terjadi secara bertahap, terutama jika berdampak pada sektor industri dan tenaga kerja.
“Belum nampak, jika ada pengurangan tenaga kerja atau peningkatan pengangguran. Jadi pengaruh ke pasar properti itu nanti,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Batam masih relatif terjaga dalam jangka pendek.
Kenaikan Harga Material Mulai Terjadi
Meski demikian, pelaku usaha properti mulai mencermati kenaikan harga material bangunan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini diperkirakan akan berdampak langsung pada biaya pembangunan dan berpotensi mendorong kenaikan harga jual rumah ke depan.
“Sekarang sudah mulai ada kenaikan material. Ini pasti berpengaruh ke biaya pembangunan dan akhirnya ke harga jual,” kata Robinson.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan rumah di Batam masih relatif sama. Namun, mulai terlihat indikasi pasar akan bergerak melambat.
“Masih kurang lebih sama dengan tahun lalu. Tapi memang sudah ada kecenderungan akan ada reaksi negatif, kemungkinan ke arah melambat,” ujarnya.
Perbankan Dukung KPR
Dari sisi pembiayaan, sektor perbankan dinilai masih memberikan dukungan kuat terhadap pasar properti.
Saat ini, semakin banyak bank yang agresif menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sehingga membantu menjaga daya beli masyarakat.
Meski kondisi saat ini masih stabil, pelaku industri properti di Batam tetap diminta waspada terhadap dampak jangka panjang dari dinamika global.
Kenaikan harga material dan potensi perlambatan ekonomi bisa menjadi faktor penentu arah pasar properti ke depan, terutama menjelang akhir tahun 2026.
Nah, bagi Anda yang ingin merenovasi rumah di Batam dengan harga lebih terjangkau, hubungi BatamRenovasiRumah.com. ***
